SURAKARTA–RS PKU Muhammadiyah Surakarta meraih penghargaan tingkat nasional The Best Hospital Public Relation Program (Pemenang Kesatu Program Kehumasan Rumah Sakit Terbaik) dalam ajang PERHUMASRI Award 2026. Penghargaan tersebut diserahkan pada acara Forum Humas 2026 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Humas Rumah Sakit Indonesia (PERHUMASRI), Kamis (15/10/2026), di Hotel Four Points by Sheraton Jakarta.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum PERHUMASRI, Anjari Umarjiyanto, dan diterima oleh Direktur RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Arief Budiman, M.Si.Med., Sp.B-ET., M.H., M.A.R.S., FINACS., FISQua. Prestasi ini merupakan bentuk apresiasi atas inovasi program kehumasan rumah sakit dalam membangun hubungan yang berkelanjutan dengan pasien dan komunitas.
Ketua Umum PERHUMASRI, Anjari Umarjiyanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kinerja anggota PERHUMASRI dalam mengembangkan praktik kehumasan dan pemasaran rumah sakit. Penilaian mencakup sejumlah kategori, antara lain pengelolaan media sosial rumah sakit yang aktif dan menarik, program kehumasan terbaik, serta program pemasaran terbaik.
Salah satu juri Perhumasri Award 2026, CEO NoLimit Indonesia, Aqsath Rasyid Naradhipa, menilai ajang apresiasi tersebut memiliki nilai positif bagi pengembangan praktik kehumasan rumah sakit. Melalui kegiatan ini, anggota PERHUMASRI dapat saling belajar dari program-program yang dinilai baik, khususnya inisiatif yang memberikan dampak positif terhadap pendapatan atau revenue rumah sakit.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Arief Budiman, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diraih. Menurutnya, ajang ini menjadi kesempatan bagi rumah sakit untuk menunjukkan praktik kehumasan yang tidak hanya berorientasi pada komunikasi dan publikasi, tetapi juga pada pendampingan pasien serta penguatan hubungan dengan komunitas.
Ia menambahkan, keterlibatan rumah sakit dalam komunitas membuat anggota merasa memiliki kedekatan dengan rumah sakit. Pengalaman dan dukungan yang mereka rasakan kemudian mendorong anggota untuk saling menguatkan serta mengajak pasien lain bergabung dalam komunitas.
“Penghargaan ini menjadi pemicu dan motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan program berbasis komunitas. Kami berharap praktik ini juga menginspirasi rumah sakit lain untuk membangun komunitas pasien yang aktif, saling mendukung, dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya,” tambahnya.
Kepala Bagian Pemasaran, Humas dan Kemitraan RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Betty Andriani, menjelaskan bahwa program yang diikutsertakan dalam kompetisi ini merupakan hasil kolaborasi Bagian Pemasaran, Humas dan Kemitraan, Klinik Bedah Onkologi, serta unit terkait yang mendampingi pasien dan penyintas kanker payudara. Program ini juga didukung oleh pengurus Grup Sehat dan Semangat (GSS), komunitas binaan RS PKU Muhammadiyah Surakarta.
Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa kehumasan rumah sakit dapat melampaui fungsi publikasi dan penyebaran informasi. Melalui pendampingan yang konsisten, kolaborasi lintas unit, serta keterlibatan aktif komunitas, hubungan antara rumah sakit dan pasien dapat berkembang menjadi kemitraan yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Ke depan, RS PKU Muhammadiyah Surakarta berharap penghargaan ini menjadi motivasi untuk memperluas pengembangan komunitas pasien pada layanan lainnya, memperkuat peran komunitas sebagai mitra strategis rumah sakit, serta menghadirkan program pendampingan yang semakin terukur dan berkelanjutan. Dengan demikian, prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga mendorong peningkatan pengalaman pasien, kepercayaan masyarakat, dan mutu pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan pasien.*
Di sini, Anda dapat menemukan berbagai informasi terbaru kesehatan, berita terkini tentang berbagai kegiatan, inovasi, dan pencapaian rumah sakit, termasuk liputan acara penting lainnya.
Tinggalkan Komentar