Setiap tanggal 9 September, Indonesia memperingati Hari Olahraga Nasional. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengingatkan kita bahwa olahraga bukan sekadar aktivitas untuk menjaga kebugaran atau mencapai bentuk tubuh ideal, tetapi merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan tubuh dan kualitas hidup.
Di tengah kesibukan pekerjaan, aktivitas rumah tangga, serta penggunaan gadget yang semakin tinggi, banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya dalam posisi duduk dan kurang bergerak. Padahal, tubuh membutuhkan aktivitas fisik secara rutin agar tetap sehat dan bugar.
Olahraga dan aktivitas fisik secara rutin memberikan berbagai manfaat bagi tubuh. Aktivitas fisik dapat membantu menjaga berat badan, meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru, memperkuat otot dan tulang, serta membantu menjaga kesehatan mental.
Berolahraga juga dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker.
Menariknya, olahraga tidak selalu berarti harus melakukan aktivitas berat. Berjalan kaki, bersepeda, naik turun tangga, membersihkan rumah, atau melakukan senam ringan juga termasuk aktivitas fisik yang bermanfaat.
Bagi orang dewasa, pedoman kesehatan secara umum merekomendasikan sekitar 150–300 menit aktivitas fisik intensitas sedang setiap minggu, atau 75–150 menit aktivitas fisik intensitas berat, maupun kombinasi keduanya.Selain aktivitas aerobik, latihan untuk memperkuat otot juga dianjurkan setidaknya 2 hari dalam seminggu. Namun, tidak harus langsung terburu- buru target tersebut. Bagi yang selama ini jarang berolahraga, memulai dari aktivitas sederhana merupakan langkah yang baik.
Sebagian orang menganggap olahraga membutuhkan perlengkapan khusus, keanggotaan pusat kebugaran, atau waktu yang panjang. Padahal, banyak aktivitas fisik yang dapat dilakukan dengan sederhana dan hampir tanpa biaya.Jalan kaki di sekitar rumah, senam menggunakan berat badan sendiri, jogging di ruang terbuka, atau bersepeda dapat menjadi pilihan, yang paling penting bukan seberapa mahal perlengkapannya, melainkan konsistensi dalam bergerak.
Pilih Olahraga yang Sesuai dengan Kondisi Tubuh
Setiap orang memiliki kondisi tubuh, usia, kebugaran, dan kemampuan yang berbeda. Oleh karena itu, jenis dan intensitas olahraga sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Pada pemula, mulailah secara bertahap. Jangan langsung memaksakan tubuh melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi karena dapat meningkatkan risiko cedera. Sebelum berolahraga, lakukan pemanasan. Setelah selesai, lakukan pendinginan dan pastikan tubuh mendapatkan cukup cairan. Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, sedang dalam masa pemulihan, atau memiliki keluhan saat berolahraga, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan mengenai jenis aktivitas yang sesuai.
Pada akhirnya, olahraga tidak harus selalu dilakukan dengan target yang besar. Yang terpenting adalah menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulailah dari hal sederhana: lebih banyak berjalan, lebih sedikit duduk, dan luangkan waktu untuk bergerak setiap hari.
Saat ini, Anda bisa memanfaatkan fasilitas aplikasi E-Patient RS PKU Solo untuk mendapatkan informasi dan kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan, mulai dari jadwal dokter, melakukan pendaftaran online, hingga mendownload hasil pemeriksaan Laboratorium maupun Radiologi.
RS PKU Muhammadiyah Surakarta juga memiliki layanan Fisioterapi dan jadwal Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi bila sahabat ingin berkonsultasi atau memeriksakan diri terkait kondisi fisik dan cedera akibat olahraga.

Selamat Hari Olahraga Nasional!
Mari bergerak, tetap aktif, dan bersama-sama membangun hidup yang lebih sehat.
Di sini, Anda dapat menemukan berbagai informasi terbaru kesehatan, berita terkini tentang berbagai kegiatan, inovasi, dan pencapaian rumah sakit, termasuk liputan acara penting lainnya.
Tinggalkan Komentar