SURAKARTA – Kanker usus besar (kolorektal) kini menjadi salah satu ancaman kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Selain menempati peringkat ketiga sebagai penyebab kematian akibat kanker dengan jumlah kasus terbanyak di dunia maupun di Indonesia, tingginya angka kematian disebabkan oleh 70% pasien baru terdeteksi pada stadium lanjut, sehingga peluang kesembuhannya menurun drastis. Kondisi tersebut menjadi perhatian utama dalam Gathering Mitra Jejaring Pelayanan Kesehatan RS PKU Muhammadiyah Surakarta Tahun 2026 yang digelar di Aula KH Ahmad Dahlan RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Sabtu (27/6).
Kegiatan yang dihadiri 42 mitra jejaring yang terdiri atas pimpinan puskesmas, klinik, dan dokter praktik mandiri dari Kota Surakarta dan sekitarnya ini turut dihadiri Pengurus Harian Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PDM Kota Surakarta, Direksi RS PKU Muhammadiyah Surakarta, serta jajaran manajemen rumah sakit. Gathering diselenggarakan sebagai forum silaturahmi sekaligus penguatan kolaborasi antar fasilitas pelayanan kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanan dan sistem rujukan pasien.
Sebagai bagian dari kegiatan, peserta mengikuti sesi Medical Update & Clinical Sharing bertema “Dari Keluhan Ringan hingga Penanganan Lanjut Batu Empedu dan Kanker Usus Besar” yang disampaikan oleh dr. Suryo Wahyu Raharjo, Sp.B, Subsp.BD(K), FINACS, dokter spesialis bedah digestif RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

Dalam paparannya, dr. Suryo menegaskan bahwa kanker usus besar merupakan penyakit yang sering terlambat terdiagnosis karena gejalanya kerap dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa. Keluhan seperti perubahan pola buang air besar, nyeri perut yang berulang, perut terasa penuh atau kembung, BAB berdarah, hingga penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas tidak boleh dianggap sepele. Deteksi dini dan rujukan yang tepat waktu menjadi faktor penting dalam meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.
“Fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki peran yang sangat strategis sebagai garda terdepan. Kemampuan mengenali tanda bahaya, memberikan edukasi kepada pasien, serta menentukan waktu rujukan yang tepat akan sangat menentukan keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien,” tambahnya.
Selain sesi ilmiah, peserta juga memperoleh informasi mengenai pengembangan layanan unggulan RS PKU Muhammadiyah Surakarta, evaluasi alur pelayanan dan sistem rujukan, serta forum diskusi interaktif untuk menyerap berbagai masukan dari mitra jejaring dalam upaya peningkatan mutu pelayanan.
Melalui kegiatan ini, RS PKU Muhammadiyah Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat jejaring pelayanan kesehatan melalui komunikasi yang terbuka, kolaborasi yang berkelanjutan, serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan. Diharapkan sinergi yang semakin erat antara rumah sakit dan fasilitas kesehatan tingkat pertama dapat menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, tepat, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan pasien.*
Di sini, Anda dapat menemukan berbagai informasi terbaru kesehatan, berita terkini tentang berbagai kegiatan, inovasi, dan pencapaian rumah sakit, termasuk liputan acara penting lainnya.
Tinggalkan Komentar